Jangkauan Jakarta Batat — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa anggaran untuk sektor kesehatan tetap aman meskipun ada pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk DKI Jakarta sebesar Rp 15 triliun yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemotongan ini dilakukan dalam rangka penyesuaian anggaran nasional untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat di tengah tantangan fiskal yang ada. Namun, Pramono menegaskan bahwa sektor kesehatan akan tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan terpengaruh oleh pengurangan anggaran tersebut.
Menurutnya, hal ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menjaga dan memastikan pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, tetap berjalan optimal. “Kesehatan adalah sektor yang tidak bisa ditawar. Meskipun ada pemotongan DBH, anggaran untuk kesehatan harus tetap terjaga tanpa pengurangan sedikit pun,” jelas Pramono dalam sambutannya pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Komitmen Pemprov DKI Jakarta terhadap Kesehatan Masyarakat
Pramono menyatakan bahwa ada tiga pos anggaran utama yang tidak boleh dipotong dalam kondisi fiskal apa pun di Jakarta. Ketiga pos anggaran tersebut adalah bantuan pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), fasilitas kesehatan, dan tunjangan untuk aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemprov DKI.
“Yang berkaitan dengan kesehatan, meskipun anggaran DBH untuk DKI Jakarta dipotong sebesar Rp 15 triliun, saya tegaskan bahwa tidak boleh ada pemotongan sedikit pun untuk anggaran kesehatan. Ini adalah kewajiban kita bersama untuk memastikan bahwa seluruh warga Jakarta mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” ujar Pramono tegas.
Kesehatan Sebagai Indikator Keberhasilan Jakarta Menuju Kota Global
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menekankan bahwa kesehatan bukan hanya sekadar urusan anggaran, tetapi juga menjadi indikator utama dalam mengukur kemajuan dan keberhasilan Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, salah satu ciri utama dari kota yang maju dan berkembang adalah kesejahteraan warganya, yang tidak bisa dipisahkan dari akses terhadap layanan kesehatan yang baik dan merata. Dengan kata lain, sistem kesehatan yang kuat adalah fondasi dari segala kemajuan yang ingin dicapai oleh Jakarta.
“Kesehatan adalah kata kunci dalam pembangunan kota ini. Kota Jakarta tidak hanya akan dikenal sebagai pusat ekonomi dan bisnis, tetapi juga sebagai tempat di mana masyarakatnya sehat dan memiliki akses penuh terhadap layanan kesehatan yang berkualitas,” ungkapnya.
Alokasi Anggaran Kesehatan untuk Program Inovatif
Sebagai bagian dari upaya penguatan sektor kesehatan, Pramono juga menyampaikan bahwa alokasi anggaran kesehatan yang tetap utuh sangat diperlukan untuk mendukung berbagai inisiatif kesehatan yang sedang dijalankan di Jakarta. Program-program yang dimaksud mencakup penguatan layanan di puskesmas, peningkatan fasilitas dan layanan di rumah sakit, serta pengembangan layanan darurat yang lebih efektif dan efisien.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah meluncurkan berbagai program untuk memperkuat sistem layanan kesehatan di Jakarta. Salah satunya adalah program Siaga Stroke, yang merupakan bagian dari upaya kami untuk menanggulangi masalah stroke di Jakarta dengan waktu respon yang lebih cepat,” kata Pramono. Ia juga menambahkan bahwa salah satu pencapaian penting lainnya adalah peningkatan layanan Pasukan Putih (petugas medis darurat), yang kini semakin responsif dalam menangani berbagai situasi darurat di masyarakat.
Selain itu, Pramono juga menyebutkan program baru yang diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu JakSIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Jakarta). JakSIMPUS merupakan sebuah sistem berbasis digital yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan layanan puskesmas di Jakarta. Melalui JakSIMPUS, seluruh data kesehatan warga yang berkunjung ke puskesmas dapat tercatat secara digital dan lebih mudah diakses untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Meningkatkan Kepercayaan Publik
Pramono juga menyebutkan bahwa keberlanjutan anggaran kesehatan ini sangat penting bagi kepercayaan publik terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta. Masyarakat harus merasa yakin bahwa Pemprov DKI Jakarta benar-benar memperhatikan kebutuhan dasar mereka, termasuk akses terhadap layanan kesehatan yang prima.
“Kepercayaan masyarakat adalah segalanya. Jika masyarakat merasakan bahwa pemimpin mereka, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serius memperhatikan sektor kesehatan, maka itu akan tercermin dalam kepuasan dan kualitas hidup mereka. Ini bukan hanya soal anggaran, tetapi soal komitmen kita untuk memberikan yang terbaik bagi warga Jakarta,” tegasnya.
Kesehatan sebagai Pilar Kesejahteraan Sosial
Sebagai bagian dari komitmennya, Pramono juga mengingatkan bahwa sektor kesehatan adalah pilar utama dalam kesejahteraan sosial. Dengan mempertahankan anggaran kesehatan yang stabil, Pemprov DKI Jakarta dapat memastikan bahwa setiap warga Jakarta, tanpa terkecuali, mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan. Kesehatan yang terjaga dengan baik akan mengarah pada produktivitas masyarakat yang lebih tinggi, yang pada gilirannya akan membawa dampak positif bagi perekonomian Jakarta secara keseluruhan.
Pramono juga berjanji bahwa selain menjaga kestabilan anggaran untuk sektor kesehatan, Pemprov DKI Jakarta akan terus berinovasi dalam penyediaan layanan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga layanan kesehatan lebih mudah diakses dan lebih efisien. Ia berharap melalui langkah-langkah ini, Jakarta bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal sistem kesehatan yang modern dan berbasis pada keberlanjutan.
Penutup
Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan untuk memperkuat sektor kesehatan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menjaga agar Jakarta tetap menjadi kota yang sehat, maju, dan berdaya saing tinggi. Kesehatan yang terjamin adalah hak setiap warga, dan anggaran kesehatan yang cukup adalah jaminan bahwa hak tersebut akan terus dipenuhi. Jakarta akan terus bekerja keras agar pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan kota ini.




